UpdatesNews

Doa dan Refleksi 17 Tahun UID

Salam sejahtera, om swastiastu, namo budaya, salam kebajikan, assalamulaikum wr. wb.

Sebelum mulai berdoa bersama, ijinkan saya mengajak hening, mari  menghadirkan jiwa raga dan menyambungkannya dengan spirit pertemuan ini!

Jika tidak keberatan tolong tutup mata, tarik nafas. Relaks dan rasakan kedamaian.

Timakasih Ya Tuhan kami panjatkan Atas anugerah  perjumpaan ini. Lewat forum ini kami boleh satukan jiwa, meneguhkan semangat, letting go terhadap yang tidak perlu dan menyambut untuk hal-hal terbaik bagi kebaikan kehidupan ini.

Ijinkan kami merayakan rasa syukur atas kesatuan yang kami buat. Kesatuan yang melampui warna kulit, agama, kewarganegaraan, orientasi politik, profesi, usia, dan pendidikan.
 
Ya Tuhan hari ini kami berterima kasih kepada mereka yang telah mengajarkan bagaimana membuka  pandangan, hati dan niatan. Trimakasih atas keteladanan yang ditunjukkan para pendahulu, sahabat, saudara, dan guru kami.

Dalam 17 Tahun perjalanan UID bolehlah kami menyebut….almarhum Pak Tides, James Wolfensohn, Jane Pratt, Arief fadillah, Lukman Niode. Rahmatillah mereka semua dan terimalah di sisi-Mu. Jasad mereka boleh pergi tapi semangatnya akan hidup selamanya.
 
Dalam spirit yang sama, ijinkahlah kami Ya Tuhan menggunakan  segenap sumberdaya kami, untuk menyebarkan dan memberi keteladanan, dalam kata dan kerja, sendiri maupun berkolaborasi agar kebahagiaan dan keindahan ini boleh meluas ke sesama kami di  alam semesta ini.
 
Kami yakin ketulusan, kebaikan dan kebenaran memiliki kekuatannya sendiri, biarkanlah ia menjadi nafas hidup kami. Kami percaya ada banyak usaha serupa di sana, oleh para agamawan, pengusaha, politisi, pendidik, penggerak sosial, pemikir dan hingga mereka yang lemah dan papa, jikalaupun kami tak berjumpa secara fisik, perjumpakanlah kami dalam cita cita, semangat  dan karya.

Ijinkan kami terus bersama, menyalakan spirit harmoni di alam semesta yang engkau anugerahkan ini. Atas dosa sosial dan ekologi yang telah terjadi, sengaja maupun tidak, anugerahkan ampunanmu, dan berikan kami semua kemampuan pertaobatannya. Maka ijinkan kami Ya Tuhan menjaga kesadaran, merawat kewarasan untuk terus berusaha wujudkan harmoni sosial dan ecosystem bagi kehidupan ini. Karena kamilah Ya Tuhan tuan rumah kehidupan ini.

Kami sepenuhnya menyadari waktu hidup kami terbatas, satu satu persatu diantara kami akan menyusul pergi. Jika boleh meminta ijinkan kami pergi disaat kami telah mempersembahkan usaha terbaik kami, menjadikan dunia yang lebih baik. Kiranya Engkau jadikan setiap nafas kami, kebahagiaan dan kebaikan bagi kehidupan ini.

Amin.

Posted on 03 January 2021.